Jawa, Yohanes (2026) Pengaruh Pemberian Perasan Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Culex Quinquefasciatus. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK-3.pdf Download (675kB) |
|
|
Text
BAB-1-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (196kB) |
|
|
Text
BAB-2-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (385kB) |
|
|
Text
BAB-3-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (218kB) |
|
|
Text
BAB-4-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (236kB) |
|
|
Text
BAB-5-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (191kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (188kB) |
|
|
Text
Lampiran skripsi-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (682kB) |
|
|
Text
plagiasi sertifikat.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
text plagiasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (803kB) |
|
|
Text
manuskrp.pdf Restricted to Repository staff only Download (356kB) |
Abstract
Nyamuk Culex quinquefasciatus merupakan salah satu vektor utama penyakit filariasis limfatik dan Japanese encephalitis yang banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Pengendalian larva nyamuk umumnya menggunakan larvasida sintetis seperti temephos (abate), namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan serta menyebabkan resistensi vektor. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun sirih hijau ( Piper betle L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan daun sirih hijau terhadap mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima kelompok perlakuan dan empat kali pengulangan. Larva yang digunakan adalah larva instar III dan IV. Perlakuan terdiri atas kontrol negatif (aquades), kontrol positif (temephos 1 ppm), serta perasan daun sirih hijau dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Data dianalisis menggunakan uji One- Way ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun sirih hijau berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva nyamuk dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Konsentrasi 20% menunjukkan efektivitas tertinggi dengan rata-rata mortalitas 25,00±0,000 dan tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Dengan demikian, perasan daun sirih hijau berpotensi digunakan sebagai larvasida alami yang efektif dan ramah lingkungan.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Daun sirih hijau, Piper betle L., larvasida alami, Culex quinquefasciatus, mortalitas larva |
| Subjects: | Q Science > QK Botany Q Science > QL Zoology |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine |
| Depositing User: | 82 Yohanes UWKS |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:07 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:07 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/24016 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

