Wahyudi, Devin Maylana (2026) PENGEMBALIAN PREMI TERTANGGUNG DALAM ASURANSI KREDIT PEMILIKAN RUMAH AKIBAT TIDAK TERJADINYA RISIKO. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (537kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (561kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (363kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR BACAAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (485kB) | Request a copy |
|
|
Text
TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
TURNITIN-1-2.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (602kB) | Request a copy |
Abstract
Asuransi kredit berfungsi sebagai mekanisme pengalihan risiko dari debitur ke perusahaan asuransi, dengan tujuan melindungi kreditur dari potensi kerugian ketika debitur gagal membayar kreditnya. Dalam asuransi kredit pemilikan rumah (KPR), risiko yang diasuransikan utamanya adalah ketidakmampuan debitur dalam melunasi kewajibannya. Namun, jika selama masa kontrak tidak terjadi risiko tersebut misalnya, debitur melunasi kredit sesuai jadwal penanggung tidak berkewajiban membayar klaim ganti rugi. Dalam kondisi ini, premi yang telah dibayarkan berpeluang untuk dikembalikan kepada tertanggung berdasarkan ketentuan premi restorno yang diatur dalam Pasal 276 hingga 280 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Aturan tersebut menyatakan bahwa apabila risiko tidak terjadi atau perjanjian berakhir sah tanpa adanya itikad buruk dari pihak tertanggung, pengembalian premi dilakukan secara proporsional. Meski hukum telah mengatur prinsip pengembalian premi, pada praktiknya banyak ditemukan kendala, seperti keterlambatan dan kesulitan dalam proses refund premi oleh bank dan perusahaan asuransi, yang tercermin dari kasus-kasus di BNI (2024) dan Mandiri IFG (2020). Masalah tersebut mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara posisi tertanggung dan institusi keuangan dalam melaksanakan hak pengembalian premi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan hukum tertanggung dalam perjanjian asuransi kredit serta prosedur pengembalian premi jika risiko tidak berlangsung. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat normatif dengan metode statute approach, memanfaatkan bahan hukum primer berupa regulasi asuransi dan bahan hukum sekunder seperti literatur serta penelitian terkait. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperkuat perlindungan hukum bagi tertanggung sehingga hak atas pengembalian premi dapat terlaksana dengan adil, transparan, dan seimbang.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Hukum Tertanggung, Asuransi Kredit Pemilikan Rumah(KPR), Pengembalian Premi. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law |
| Depositing User: | 2230 Devin Maylana Wahyudi UWKS |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 09:01 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 09:01 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23901 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

