Khairun' Nisa, Dewi (2026) Pengalaman Anak Binaan Pecandu Narkoba Dalam Mengikuti Spiritual Treatment Di Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (492kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (269kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (744kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (480kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (152kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (48kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (209kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (87kB) | Request a copy |
Abstract
Spiritual treatmet merupakan salah satu metode pemulihan berbasis keagamaan yang dapat digunakan untuk membantu menangani para korban pecandu narkoba. Di Kota Surabaya, metode ini telah diterapkan oleh Pondok Pesantren Suryalaya melalui berbagai rangkaian spiritual treatment yang terdiri dari mandi taubat, talqin dzikir, serta praktik ibadah sholat dzikir. Setiap rangkaian spiritual treatment tersebut mempunyai berbagai pengalaman serta pemaknaan yang berbeda-beda, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman anak binaan pecandu narkoba dalam mengikuti spiritual treatment di Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya dan memahami makna spiritual treatment bagi anak binaan pecandu narkoba sebagai proses pemulihan di Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dan data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam terhadap tujuh informan anak binaan, satu pembina pemberi treatment, satu pengurus Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya, serta melakukan dokumentasi untuk mendukung validitas dan reabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman yang dirasakan anak binaan diawali pada saat mengikuti rangkaian spiritual pertama yaitu mandi taubat dengan adanya perasaan beban yang luruh dan kelegaan. Pengalaman rangkaian kedua yaitu talqin dzikir, anak binaan merasakan parno akibat takut akan kematian serta sesansi tubuh panas, namun dalam hal itu mereka tetap bertahan dengan memperbanyak dzikir agar merasa tenang. Selanjutnya pengalaman yang di alami pada rangkaian ketiga yaitu praktik sholat dzikir, anak binaan merasakan penyelasan dengan menangis atas perilaku di masa lalu yang kemudian mendorong munculya kesadaran untuk memperbaiki diri. Dari pengalaman yang dirasakan tersebut, membuat anak binaan memaknai spiritual treatment sebagai bekal menuju kematian, sebagai obat stress, sebagai sarana melampaui masa lalu menata masa depan, dan sebagai ruang bertaubat.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | spiritual treatment, anak binaan pecandu narkoba, fenomenologi, pengalamaan, pemaknaan. |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Sociology Study Program |
| Depositing User: | Dewi Khairun' Nisa |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 03:35 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 03:35 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

