Dakhi, Desrian (2026) Valuasi Ekonomi Jasa Lingkungan Lahan Sawah Dalam Mereduksi Pencemaran Udara (Studi Kasus: Desa Kedungbocok, Kecamatan tarik, Kabupaten Sidoarjo). [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (176kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (316kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (305kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (271kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (173kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (562kB) | Request a copy |
|
|
Text
PRESENTASE PLAGIASI.pdf Download (137kB) |
|
|
Text
PLAGIASI FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (495kB) | Request a copy |
Abstract
Lahan sawah memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai penghasil bahan pangan sekaligus penyedia jasa lingkungan berupa penyerapan polutan udara. Namun, fungsi ekologis tersebut belum banyak diperhitungkan secara ekonomis dalam kebijakan pembangunan wilayah, terutama di kawasan semi-urban yang mengalami tekanan konversi lahan. Desa Kedungbocok, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan tersebut, di mana keberadaan lahan sawah terancam akibat perkembangan sektor industri, permukiman, dan transportasi yang mendorong peningkatan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis jumlah biomassa basah dan kering tanaman padi yang mempengaruhi besarnya reduksi pencemaran udara; (2) menganalisis kemampuan lahan sawah dalam mereduksi polutan udara berupa CO₂, SO₂, dan NO₂; serta (3) menghitung nilai ekonomi jasa lingkungan lahan sawah dalam mereduksi pencemaran udara di Desa Kedungbocok. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode perhitungan biomassa, analisis deposisi polutan, dan pendekatan valuasi ekonomi berbasis harga pasar karbon dan biaya pengendalian pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa basah rata-rata rumpun padi sebesar 0,6139 kg dan biomassa kering sebesar 0,2538 kg. Berdasarkan luas lahan sawah Desa Kedungbocok seluas 140 hektar, lahan sawah tersebut mampu mereduksi CO₂ sebesar 9.464 ton/tahun, SO₂ sebesar 4,11 ton/tahun, dan NO₂ sebesar 2,31 ton/tahun. Nilai ekonomi total jasa lingkungan dari reduksi pencemaran udara tersebut mencapai Rp10.825.007.900 per tahun, yang merupakan akumulasi dari nilai ekonomi penyerapan CO₂, SO₂, dan NO₂. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa lahan sawah memiliki nilai ekonomi ekologis yang signifikan dan selayaknya menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian. Konversi lahan sawah menjadi kawasan nonpertanian berpotensi menghilangkan manfaat ekonomi tidak langsung yang besar, baik dari aspek lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan insentif bagi petani yang mempertahankan lahan sawah, serta integrasi nilai ekonomi jasa lingkungan ke dalam perencanaan pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: valuasi ekonomi, jasa lingkungan, lahan sawah, pencemaran udara, biomassa, CO₂, SO₂, NO₂, Desa Kedungbocok. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Agribusiness Study Program |
| Depositing User: | Desrian Dakhi |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 05:04 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 05:04 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23078 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

