TATA LAKSANA PENGELOLAAN SANITASI KANDANG SAPI POTONG PETERNAKAN TRADISIONAL DI DESA DALIWANGUN KECAMATAN SUGIO KABUPATEN LAMONGAN

ACHMAD, MUKHLIS MUBAROK (2026) TATA LAKSANA PENGELOLAAN SANITASI KANDANG SAPI POTONG PETERNAKAN TRADISIONAL DI DESA DALIWANGUN KECAMATAN SUGIO KABUPATEN LAMONGAN. [Tugas Akhir/Skripsi]

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (536kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (112kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (687kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20kB) | Request a copy
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf

Download (627kB)
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan sanitasi kandang sapi potong para peternak tradisional dan penanganan limbah kotoran ternak. Kandang sederhana dengan alas kayu dan beberapa sudah memakai beton seringkali dekat area persawahan rawan terhadap banjir dan genangan air saat musim hujan, dibersihkan dua kali shari secara manual kotoran di tumpuk di belakang kandang ketika musim kemarau kotoran di biarkan di belakang kandang hingga mengering lalu di bakar atau di bawa langsung ke sawah untuk dijadikan pupuk. Penyemprotan desinfektan untuk sanitasi menggunakan Bayclin® yang efektif terhadap bakteri dan virus, dengan dosis 15 ml dicampur dengan air sekitar 20 liter. Cairan tersebut dgunakan untuk menyemprot area lantai kandang dan permukaan kandang. Dari hasil pengamatan selama di lapangan, secara umum sanitasi kandang sapi potong yang ada di Desa Daliwangun masih tergolong sederhana dan belum memenuhi standar teknis yang ideal. Limfah feses dan sisa rumput yang dihasilkan, dikelola menjadi pupuk organik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa meskipun peternak telah memiliki kesadaran dan rutin melakukan pembersihan kandang, namun penerapan teknis sanitasi masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki kembali. Sanitasi yang kurang baik dan lingkungan kandang yang lembap serta kotor dapat berisiko tinggi menimbulkan berbagai penyakit pada ternak, seperti gangguan pernapasan, infeksi kulit, miasis, hingga penyakit menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD). Selain berdampak pada kesehatan sapi, kondisi ini juga dapat menurunkan nafsu makan dan bobot badan sapi, serta berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan sekitar dan kesehatan peternak sendiri akibat bau dan gas amonia. Oleh karena itu, disarankan agar peternak lebih disiplin dan teliti dalam menjaga kebersihan, memperbaiki konstruksi lantai dan saluran air, meningkatkan penggunaan desinfektan secara teratur, serta penting bagi peternak untuk mendapatkan penyuluhan dan pendampingan mengenai manajemen sanitasi yang lebih baik guna mencegah timbulnya penyakit dan meningkatkan produktivitas ternak secara maksimal.

Item Type: Tugas Akhir/Skripsi
Uncontrolled Keywords: Sanitasi, kandang sapi
Subjects: Q Science > QL Zoology
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program
Depositing User: 80 Achmad Mukhlis Mubarok uwks
Date Deposited: 29 Sep 2026 03:06
Last Modified: 29 Sep 2026 03:06
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23772

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year