Nugraha, Luky Satria (2026) PRESENTASE DAN PENANGANAN KASUS RETENSI PLASENTA PADA SAPI POTONG DI WILAYAH KECAMATAN GONDANG KABUPATEN NGANJUK DI BULAN OKTOBER – DESEMBER 2025. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
abstrak.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (212kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (588kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (192kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (837kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (223kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (243kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (636kB) |
|
|
Text
Full Text Turnitin.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Hasil Persentase Plagiasi.pdf Download (135kB) |
Abstract
Sapi potong sebagai salah satu penyumbang kebutuhan daging di Indonesia. Tetapi masih banyak terjadi gangguan reproduksi pada ternak sapi potong. Hal tersebut dapat merugikan peternak. Salah satu gangguan reproduksi yang sering terjadi adalah retensio plasenta. Retensio plasenta adalah gangguan yang terjadi pada plasenta yang tidak dapat keluar dalam jangka waktu lebih dari 8-12 jam pasca partus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presentase dan penanganan pada kasus retensio plasenta pada sapi potong di wilayah kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk di bulan Oktober-Desember 2025. Metode yang digunakan adalah wawancara kepada peternak, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dalah sebanyak 6 kasus retensio plasenta yang terjadi pada bulan Oktober hingga Desember 2025. Presentase kasus retensio plasenta pada ternak sapi di kecamatan Gondang 0,08% selama 3 bulan. Penyebab terjadinya retensio plasenta dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti sistem pemeliharaan, kebersihan, pakan dan manajemen kesehatan. Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu usia induk, kurangnya hormon kelahiran, perubahan musim, kematian janin, distokia dan kelemahan fisik. Penanganan retensio plasenta dapat dilakukan dengan metode manual removal. Tindakan ini dilakukan dengan hati-hati melepas ikatan antara kotiledon dan karankula. Setelah plasenta berhasil terlepas, diberikan terapi analgesik, antipiretik, vitamin dan antibiotik.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gangguan reproduksi, Retensio Plasenta, Sapi potong, Nganjuk |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 Luky Satria Nugraha uwks |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 04:11 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 04:11 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22924 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

