Angga Darmawan, Sargani (2026) ANALISIS YURIDIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KASUS KEKERASAN SEKSUAL ANAK OLEH PENGASUH PONDOK PESANTREN. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
Sampul - Abstrak .pdf Download (35MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (259kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (398kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (294kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) | Request a copy |
|
|
Text
Turnitin .pdf Download (243kB) |
|
|
Text
jurnal skripsi .pdf Restricted to Repository staff only Download (356kB) | Request a copy |
|
|
Text
sargani (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Analisis Yuridis Penegakan Hukum Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Anak Di lingkungan Pendidikan Berdasarkan UU No.12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan seksual”. Kasus ini dilatar belakangi oleh maraknya kasus kekerasan seksual yang berkembang di ruang lingkup pendidikan khususnya pondok pesantren yang semakin merajalela karena kurangnya sistem pengawasan maupun penegakan hukum serta edukasi terkait permasalahan kekerasan seksual terhadap anak oleh pemerintah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :(1) Bagaimana penegakan hukum kekerasan seksual terhadap anak berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual ?, (2)Bagaimana mekanisme perlindungan hukum bagi anak korban dari kekerasan seksual di lingkungan pendidikan ?, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk dari pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku, yang dalam penulisannya menggunakan metode penelitian yang bersifat normatif, dengan menggunkan pendekatan undang-undang (Statue Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach) dan studi kasus (Case Approach), Dari penelitian hukum yang telah dilakukan dengan menggunakan penelitian yang disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa, pada rumusan masalah yang pertama berisi mengenai bagaimana mekanisme penegakan hukum di Indonesia menurut hukum positif yang berlaku, dalam pola penelitian yang saya lakukan terdapat motif pengulangan yang sama yaitu karena kekuatan hierarki atau kedudukan antara pengajar dengan murid pada lingkungan pendidikan, lebih tepatnya lagi merujuk kepada pendidikan dalam ruang lingkup pondok pesantren yang dimana para murid atau disebut santri maupun santriwati didoktrin untuk tunduk dengan para guru dengan dalih mendapatkan pahala dan keberkahan dalam hidup. Sedangkan dalam rumusan masalah yang kedua penulis berfokus tentang bagaimana proses dan perlindungan anak sebagai korban kekerasan seksual serta bagaimana proses pemulihan mental, kesehatan, dan efek traumatis bagi sang anak, dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pemerintah dan lembaga pendidikan perlu meningkatkan edukasi serta mekanisme pencegahan kekerasan seksual, yaitu termasuk kurikulum kesadaran seksual, SOP pelaporan yang aman dan penyediaan kanal pengaduan rahasia agar supaya korban dapat melapor tanpa takut. Kata Kunci : Penegakan Hukum Kekerasan Seksual, Anak Sebagai Korban, Pondok Pesantren
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penegakan Hukum Kekerasan Seksual, Anak Sebagai Korban, Pondok Pesantren |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law |
| Depositing User: | 30 SARGANI ANGGA DARMAWAN UWKS |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 04:30 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 04:30 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

