Setiawan, Nadia (2026) PEMBERIAN ABOLISI BAGI TERDAKWA KORUPSI TERHADAP UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
abstrak.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB1..pdf Restricted to Repository staff only Download (593kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB2..pdf Restricted to Repository staff only Download (644kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB3..pdf Restricted to Repository staff only Download (510kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB4.pdf Restricted to Repository staff only Download (372kB) | Request a copy |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (423kB) | Request a copy |
|
|
Text
persentase.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
turnitin.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
jurnal.pdf Restricted to Repository staff only Download (217kB) | Request a copy |
Abstract
Penegakkan hukum di Indonesia dikejutkan dengan Keputusan Presiden yang diberikan kepada terdakwa korupsi. Terbitnya Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pemberian Abolisi menimbulkan preseden yang kurang bagus bagi penegakkan hukum di Indonesia. Pengaturan mengenai abolisi belum dilengkapi dengan ketentuan teknis yang memuat standar substantif, batasan, dan indikator objektif pemberiannya. Atas dasar itu, penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menarik untuk diteliti dengan judul "Pemberian Abolisi Bagi Terdakwa Korupsi Terhadap Upaya Pemberantasan Korupsi Di Indonesia". Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan sejarah hukum. Atas dasar itu, penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menarik untuk diteliti dengan judul “Pemberian Abolisi Bagi Terdakwa Korupsi Terhadap Upaya Pemberantasan Korupsi Di Indonesia”. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan sejarah hukum. Adapun tujuan penelitian ini guna menunjukkan bahwa pemberian abolisi dalam perkara korupsi menimbulkan persoalan serius terhadap prinsip kepastian hukum, equality before the law, independensi peradilan, serta efektivitas pemberantasan korupsi. Selain itu, kekosongan pengaturan teknis membuka ruang kesewenang-wenangan dan politisasi kebijakan pengampunan. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan undang-undang yang secara komprehensif mengatur grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi guna memastikan penggunaan hak prerogatif Presiden tetap berada dalam koridor negara hukum dan tidak melemahkan komitmen pemberantasan korupsi.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Abolisi, Hak Prerogatif Presiden, Keputusan Presiden, Korupsi, Tindak Pidana Korupsi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KD England and Wales |
| Divisions: | Faculty of Law |
| Depositing User: | nadia ludiana setiawan |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 03:31 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 03:31 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22592 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

