Prabaswara, I Wayan Rajendra Jade (2026) Hubungan Screen Time Terhadap Risiko Gangguan Perilaku, Psikososial, Emosional Sebagai Fenomena Brain rot Pada Anak Sekolah Dasar. [Tugas Akhir/Skripsi] (Unpublished)
|
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf Download (806kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (234kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (405kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (220kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (401kB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB VI.pdf Restricted to Repository staff only Download (218kB) |
|
|
Text (BAB VII)
BAB VII.pdf Restricted to Repository staff only Download (218kB) |
|
|
Text (ARTIKEL)
16528-Article Text-85039-2-10-20260822.pdf Restricted to Repository staff only Download (427kB) |
|
|
Text (LAPORAN CEK PLAGIASI)
skripsi-259 Jade-1-2.pdf Restricted to Repository staff only Download (99kB) |
|
|
Text (LAPORAN PLAGIASI)
skripsi-259 Jade-pages-2.pdf Restricted to Repository staff only Download (987kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN 2)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi yang pesat telah mengubah pola aktivitas anak usia sekolah dasar. Paparan screen time yang berlebihan dan tidak terkontrol berpotensi menimbulkan fenomena brain rot, yaitu kondisi penurunan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi fungsi eksekutif, perilaku, serta perkembangan psikososial dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan screen time dengan risiko gangguan perilaku, psikososial, dan emosional pada anak sekolah dasar menggunakan metode analytic observational desain cross-sectional. Studi dilakukan di SD Negeri Dukuh Kupang Surabaya dengan jumlah sampel 147 anak melalui teknik stratified random sampling dan consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner screen time dan pediatric symptom checklist-17 (PSC-17), kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki telepon genggam pribadi, yaitu 120 anak (81,6%). Sebanyak 100 anak (68%) memiliki screen time rendah (<2 jam) dan 47 anak (32%) memiliki screen time tinggi (>2 jam). Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara screen time dan risiko gangguan internalisasi (p=0,002), gangguan atensi (p=0,010), gangguan eksternalisasi (p<0,001), serta gangguan perilaku, psikososial, dan emosional secara keseluruhan (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi screen time, semakin besar risiko gangguan perilaku, psikososial, dan emosional pada anak sekolah dasar. Oleh karena itu, pengawasan orang tua dan pembatasan penggunaan gawai sejak dini diperlukan untuk menjaga kesehatan mental dan perkembangan anak secara optimal. Kata kunci: Anak Sekolah Dasar, Brain rot, Gangguan Perilaku, Screen Time.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak Sekolah Dasar, Brain rot, Gangguan Perilaku, Screen Time. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Medicine Study Program |
| Depositing User: | I Wayan Rajendra Jade Prabaswara |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 02:37 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:37 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23533 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

