Pengaruh berat badan bayi baru lahir terhadap kejadian stunting di usia balita berdasarkan study literature tahun 2016-2021

Hendrawan, Yucky (2021) Pengaruh berat badan bayi baru lahir terhadap kejadian stunting di usia balita berdasarkan study literature tahun 2016-2021. Bachelor (S1) thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (403kB)
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI PERSENTASE.pdf

Download (319kB)
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

Stunting merupakan salah satu keadaan kekurangan gizi yang menjadi perhatian utama di dunia terutama di negara-negara berkembang, memberikan dampak lambatnya pertumbuhan anak, daya tahan tubuh yang rendah, kurangnya kecerdasan dan produktifitas yang rendah. Stunting memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama, misalnya kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat dan pola asuh/pemberian makanan yanng kurang baik dari sejak anak dilahirkan yang mengakibatkan anak menjadi pendek. BBLR adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa melihat masa kehamilan. BBLR umumnya mengalami kehidupan masa depan yang kurang baik. Bayi BBLR tipe kecil masa kehamilan (dismatur) sejak dalam kandungan telah mengalami retardasi pertumbuhan intera uterin dan akan berlanjut sampai usia selanjutnya setelah dilahirkan yaitu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih lambat dari bayi lahir normal, dan sering gagal menyusul tingkat pertumbuhan yang seharusnya dicapai pada usia setelah lahir. Hambatan pertumbuhan yang terjadi berkaitan dengan maturitas otak, dimana sebelum usia kehamilan 20 minggu terjadi hambatan pertumbuhan otak seperti perubahan somatik. Faktor risiko kejadian stunting pada balita adalah riwayat BBLR. Menurut penelitian Nasution, anak dengan riwayat BBLR memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan anak yang lahir dengan berat normal. Berdasarkan dari hasil uji spearman menunjukan nilai signifikansi (p) 0,000 (p<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara BB Bayi Baru Lahir dengan Kejadian Stunting. Serta berdasarkan dari keseluruhan sumber jurnal yang digunakan dapat disimpulkan sekitar 80% menunjukan adanya hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting sedangkan sisanya 20% tidak ditemukan adanya hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), Stunting, Maturasi, Intra uterin
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medicine Study Program
Depositing User: YUCKY HENDRAWAN
Date Deposited: 20 Aug 2021 01:58
Last Modified: 20 Aug 2021 01:58
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/9531

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year