ANALISIS TINGKAT KEJADIAN KASUS PENYAKIT BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) PADA SAPI POTONG DI DESA PONDOK WULUH KECAMATAN LECES KABUPATEN PROBOLINGGO PERIODE JANUARI – AGUSTUS TAHUN 2025

Rohman, Mohammad Anfiqur (2026) ANALISIS TINGKAT KEJADIAN KASUS PENYAKIT BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) PADA SAPI POTONG DI DESA PONDOK WULUH KECAMATAN LECES KABUPATEN PROBOLINGGO PERIODE JANUARI – AGUSTUS TAHUN 2025. [Tugas Akhir/Skripsi]

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (441kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (159kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (544kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (110kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (125kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (138kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (181kB) | Request a copy
[img] Text
Plagiasi 1.pdf

Download (86kB)
[img] Text
Plagiasi 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://www.uwks.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian serta penanganan penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada sapi potong di Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo selama periode Januari–Agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi lapangan, wawancara peternak, serta studi dokumentasi dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus BEF yang terjadi selama periode penelitian sebanyak 22 ekor dari total populasi 1.469 ekor sapi potong, dengan nilai prevalensi sebesar 1,50%. Tingkat kejadian BEF tergolong rendah, namun menunjukkan pola fluktuatif dan bersifat musiman. Kasus tertinggi terjadi pada bulan Januari, sedangkan pada bulan Februari dan Maret tidak ditemukan kasus. Kejadian kembali muncul pada bulan April hingga Agustus dengan tingkat prevalensi yang bervariasi. Faktor yang diduga mempengaruhi kejadian BEF meliputi kondisi lingkungan, perubahan musim, serta keberadaan vektor seperti serangga penghisap darah. Sistem pemeliharaan yang masih bersifat tradisional dengan sanitasi yang kurang optimal juga berkontribusi terhadap munculnya kasus penyakit. Penanganan penyakit BEF dilakukan secara simptomatik dan suportif, meliputi pemberian antipiretik, antiinflamasi, vitamin, serta antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. Selain itu, dilakukan pula tindakan isolasi ternak yang sakit serta perbaikan sanitasi kandang sebagai upaya pengendalian penyakit. Penanganan yang dilakukan cukup efektif dalam membantu pemulihan ternak, terutama jika dilakukan secara cepat dan tepat.

Item Type: Tugas Akhir/Skripsi
Uncontrolled Keywords: Bovine Ephemeral Fever (BEF), beef cattle, prevalence, management
Subjects: Q Science > QL Zoology
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program
Depositing User: 80 Moh. Anfiqur Rohman UWKS
Date Deposited: 06 Jul 2026 08:16
Last Modified: 06 Jul 2026 08:16
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22889

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year