Hasan, Sainul (2026) KEJADIAN KAWIN BERULANG PADA SAPI POTONG BETINA DI DESA AWAR-AWAR KECAMATAN ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO. [Tugas Akhir/Skripsi] (Unpublished)
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB1.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
BAB2.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
BAB3.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
BAB4.pdf Download (295kB) |
|
|
Text
BAB5.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN2.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
CEK PLAGIASI1.pdf Download (325kB) |
|
|
Text
CEK PLAGIASI2.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kawin berulang (repeat breeding) merupakan salah satu gangguan reproduksi pada sapi betina yang ditandai dengan kegagalan terjadinya kebuntingan setelah dilakukan inseminasi buatan atau perkawinan sebanyak tiga kali atau lebih meskipun ternak menunjukkan siklus estrus normal. Kondisi ini dapat menurunkan efisiensi reproduksi serta menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kawin berulang pada sapi potong betina di Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Desember 2025 dengan menggunakan metode survei. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa catatan pelaksanaan inseminasi buatan yang diperoleh dari petugas inseminator setempat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui penyajian tabel dan persentase untuk menggambarkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan serta kejadian kawin berulang pada sapi potong betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 662 ekor sapi betina yang mendapatkan pelayanan inseminasi buatan, sebanyak 449 ekor (67,8%) berhasil pada inseminasi pertama, 143 ekor (21,6%) memerlukan inseminasi kedua, 51 ekor (7,7%) memerlukan inseminasi ketiga, dan 19 ekor (2,9%) memerlukan inseminasi hingga keempat. Nilai Service per Conception (S/C) yang diperoleh sebesar 1,65, Conception Rate (CR) sebesar 69,5%, dan Non Return Rate (NRR) sebesar 67,8%. Persentase kejadian kawin berulang pada sapi potong di lokasi penelitian tercatat sebesar 2,9% dari total populasi yang diinseminasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kejadian kawin berulang pada sapi potong betina di Desa Awar-awar tergolong rendah dan menunjukkan bahwa pelaksanaan program inseminasi buatan telah berjalan cukup baik. Keberhasilan reproduksi dipengaruhi oleh kemampuan peternak dalam mendeteksi birahi, manajemen pemeliharaan, kualitas pakan, kondisi kesuburan ternak, serta keterampilan inseminator. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan peternak dan perbaikan manajemen reproduksi perlu terus dilakukan guna meningkatkan efisiensi reproduksi ternak di masa mendatang.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kawin berulang, sapi potong betina, inseminasi buatan, reproduksi, keberhasilan kebuntingan |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 SAINUL HASAN uwks |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 01:12 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 01:12 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22845 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

