Prevalensi Lumpy Skin Disease (Lsd) Pada Sapi Potong Di Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep (Periode 2024-2025)

Wahyudi, Hendri (2026) Prevalensi Lumpy Skin Disease (Lsd) Pada Sapi Potong Di Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep (Periode 2024-2025). [Tugas Akhir/Skripsi]

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (425kB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (273kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (428kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (361kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (267kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (257kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (227kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf

Download (627kB)
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

Wabah Lumpy Skin Disease (LSD) merupakan ancaman serius bagi produktivitas ternak sapi potong di Kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah dengan populasi padat seperti Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis tingkat prevalensi, faktor risiko epidemiologi, dampak ekonomi, serta efektivitas langkah pengendalian LSD di Desa Gadu Barat pada periode 2024 hingga awal 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur kepada peternak, serta studi dokumen sekunder dari instansi terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa angka prevalensi LSD di Desa Gadu Barat pada awal tahun 2025 berada pada kisaran 6% hingga 8%, mengalami penurunan signifikan dibandingkan puncak wabah pada tahun 2024 yang mencapai 12% hingga 15%. Faktor risiko utama penularan diidentifikasi berasal dari kepadatan vektor serangga (Stomoxys calcitrans) akibat sanitasi kandang yang kurang optimal serta pola kandang taretan yang berdekatan dengan pemukiman. Upaya pengendalian melalui kombinasi vaksinasi massal door-to-door dan kearifan lokal berupa pengasapan (bedi) terbukti efektif dalam menekan angka kesakitan. Disimpulkan bahwa penguatan biosekuriti dan keberlanjutan program vaksinasi menjadi kunci utama dalam menjaga status kesehatan ternak sapi Madura di Desa Gadu Barat.

Item Type: Tugas Akhir/Skripsi
Uncontrolled Keywords: Lumpy Skin Disease (LSD), Sapi Madura, Prevalensi.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QL Zoology
Divisions: Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program
Depositing User: 80 HENDRI WAHYUDI UWKS
Date Deposited: 08 Jun 2026 01:52
Last Modified: 08 Jun 2026 01:52
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22770

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year