Rahmad, Nur Syaifur (2026) Prevalensi Dan Penanganan Penyakit Scabies Pada Kambing Di Desa Ambunten Tengah Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep Periode Januari-Desember 2025. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (544kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (269kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (369kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (453kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (167kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (250kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf Download (627kB) |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (789kB) | Request a copy |
Abstract
Peternakan kambing memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan masyarakat, namun sistem pemeliharaan yang belum optimal dapat meningkatkan risiko penyakit kulit menular seperti scabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian serta penanganan penyakit scabies pada kambing di Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep tahun 2025. Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei yang dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas ternak. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pengumpulan data populasi kambing dan kasus scabies selama periode Januari–Desember 2025. Data dianalisis menggunakan perhitungan prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian scabies tergolong rendah dengan prevalensi berkisar antara 0% hingga 1,25%, dengan kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret sebesar 1,25% dan terendah pada bulan Juni–Juli sebesar 0%. Pemeriksaan klinis dan uji skin scraping mengonfirmasi keberadaan Sarcoptes scabiei sebagai penyebab utama lesi kulit. Penanganan dilakukan dengan pemberian ivermectin 1%, disertai isolasi ternak dan perbaikan sanitasi kandang. Meskipun tingkat kejadian relatif rendah, kasus scabies masih ditemukan sehingga diperlukan upaya pengendalian berkelanjutan melalui perbaikan manajemen pemeliharaan, sanitasi kandang, serta deteksi dini
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kambing, scabies, Sarcoptes scabiei, prevalensi, penanganan. |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 NUR SYAIFUR RAHMAD UWKS |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 01:39 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 01:39 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22767 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

