Pratama, Hafiizh Fajar (2026) Eksistensi Sanksi Sosial Dalam Penegakan Hukim Adat Jaranan Terhadap Pelanggaran Etika Ritual. [Tugas Akhir/Skripsi] (Unpublished)
|
Text
abstrak hafiz.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Hafiizh Fajar Pratama jurnal hukum uwks.pdf Restricted to Repository staff only Download (279kB) |
|
|
Text
bab 1 hafiizh.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
|
|
Text
bab 2 hafiizh.pdf Restricted to Repository staff only Download (304kB) |
|
|
Text
bab 3 hafiizh.pdf Restricted to Repository staff only Download (468kB) |
|
|
Text
bab 4 hafiizh.pdf Restricted to Repository staff only Download (88kB) |
|
|
Text
daftar bacaan hafiizh.pdf Restricted to Repository staff only Download (283kB) |
|
|
Text
turnitin hafiizh 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (62kB) |
|
|
Text
turnitin hafiiz.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas eksistensi sanksi sosial dalam penegakan hukum adat pada komunitas Jaranan, khususnya terhadap pelanggaran etika ritual yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap tatanan sosial-spiritual. Sebagai komunitas kesenian tradisional yang sarat nilai magis, Jaranan memiliki seperangkat norma tak tertulis yang mengatur perilaku para pelakunya, terutama dalam konteks persiapan, pelaksanaan, dan pasca-ritual pertunjukan. Pelanggaran terhadap etika ritual seperti tidak menghormati ruang sakral, melanggar pantangan, atau menunjukkan perilaku tidak sopan terhadap sesepuh maupun entitas spiritual ditanggapi melalui mekanisme sanksi sosial. Sanksi tersebut muncul dalam bentuk teguran, pengucilan sementara, penurunan peran dalam kelompok, hingga larangan mengikuti ritual. Melalui pendekatan yuridis-sosiologis, penelitian ini menemukan bahwa sanksi sosial berfungsi sebagai instrumen penegakan hukum adat yang efektif karena ditopang oleh legitimasi budaya, rasa takut akan balasan spiritual, dan kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni. Sanksi sosial juga memiliki peran preventif guna memastikan keberlangsungan tradisi Jaranan serta memperkuat kohesi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa hukum adat dalam komunitas Jaranan tidak hanya berfungsi sebagai pedoman perilaku, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial yang menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia spiritual. Oleh karena itu, eksistensi sanksi sosial masih relevan dan signifikan dalam struktur kehidupan masyarakat tradisional, sekaligus berkontribusi pada pembinaan moral dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Kata Kunci: Hukum Adat, Jaranan, Sanksi Sosial, Etika Ritual, Kontrol Sosial, Kearifan Lokal.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Hukum Adat, Jaranan, Sanksi Sosial, Etika Ritual, Kontrol Sosial, Kearifan Lokal. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Law Sciences Study Program |
| Depositing User: | Hafiizh Fajar Pratama |
| Date Deposited: | 19 May 2026 05:25 |
| Last Modified: | 19 May 2026 05:25 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22700 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

