Keabsahan surat wasiat dalam penetapan ahli waris (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor : 489K/AG/2011)

Kholidah, Diana (2017) Keabsahan surat wasiat dalam penetapan ahli waris (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor : 489K/AG/2011). Bachelor (S1) thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img]
Preview
Text
cover 16.pdf

Download (561kB) | Preview
Official URL: http://uwks.ac.id

Abstract

Tesis yang berjudul Keabsahan Surat Wasiat Dalam Penerapan Ahli Waris (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor : 489K/AG/2011 dengan tujuan untuk menganalisis keabsahan surat wasiat dalam penerapan ahli earis dan menganalisis putusan hakim terhadap keabsahan surat wasiat dalam penetapan ahli waris pada perkara nomor : 489K/AG/2011. Untuk metode penelitian ini termasuk yuridis normatif dan menjabarkan secara yuridis deskriptif dengan pendekatan undang-undang yaitu meneliti azas-azas hukum terkait hubungan peraturan yang satu dengan lainnya serta keterkaitannya dengan fakta yang terjadi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan metode deskriptif analitis yaitu dengan menggunakan aturan hukum yang berlaku berdasar pada reori keadilan. Berdasarkan ketentuan dalam KHI dan BW bahwa pembuatan surat wasiat sudah memenuhi syarat dan rukun wasiat, yaitu ada orang yang berwasiat, ada yang menerima wasiat, ada barang yang diwasiatkan, dan ada redaksi wasiatnya serta dibuat di hadapan notaris dan tekah didaftarkan kepada Departemen Hukum dan HAM. Dilihat dari isinya menurut BW, surat wasiat tersebut termasuk ersfstelling. Dilihat dari segi produk hukum bahwa surat wasiat tersebut adalah sah karena dibuat di notaris , oleh karena itu meskipun telah dinyatakan bahwa surat wasiat tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum oleh Majelis Hakim, hal tersebut tidak secara langsung juga menyatakan bahwa surat wasiat tersebut telah batal. Dalam perkara tersebut Majelis Hakim tidak melakukan Ultra Petita. Majelis hanya sebatas memeriksa dan menilai keabsahan dari alat bukti yang diajukan para pihak. Walaupun secara prosedur pembuatan surat wasiat tersebut sah, namun secara materi dan isi surat wasiattersebut bertentangan dengan KHI yaitu melebihi 1/3 bagian. Berdasarkan hal itu hakim berhak menetapkan bahwa surat wasiat tersebut tidak sah atau tidak mempunyai kekuatan hukum.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Master in Law Sciences Study Program
Depositing User: Bambang Wahyujatmiko
Date Deposited: 28 Jan 2018 00:13
Last Modified: 28 Jan 2018 00:13
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/60

Actions (login required)

View Item View Item