MAKNA ZIARAH KUBUR DI MAKAM MBAH SAYYID ALI ASGHOR SIDOSERMO SURABAYA : STUDI FENOMENOLOGI PEZIARAH

Amanda Fransischa, Ma'rifatul (2026) MAKNA ZIARAH KUBUR DI MAKAM MBAH SAYYID ALI ASGHOR SIDOSERMO SURABAYA : STUDI FENOMENOLOGI PEZIARAH. [Tugas Akhir/Skripsi]

[img] Text
ABSTRAK. (2).pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (360kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (460kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (231kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (178kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (92kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (150kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (275kB) | Request a copy
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI.pdf

Download (641kB)
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
JURNAL PENGALAMAN DAN MAKNA ZIARAH KUBUR.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (172kB) | Request a copy

Abstract

Ziarah kubur merupakan praktik keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia, termasuk di Makam Mbah Sayyid Ali Asghor Sidosermo, Surabaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman ziarah kubur dan memahami makna ziarah bagi peziarah di Makam Mbah Sayyid Ali Asghor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan yang dipilih secara purposive, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ziarah terdiri atas pengalaman spiritual dan nonspiritual. Pengalaman spiritual meliputi kekhusyukan dalam berdoa, mengaji dan bersholawat, mencurahkan persoalan, merasakan ketenangan, menyampaikan harapan melalui wasilah, serta pengalaman subjektif yang dirasakan masing-masing peziarah. Sementara itu, pengalaman nonspiritual meliputi interaksi dengan peziarah lain, kondisi dan keramaian makam, situasi lingkungan, serta pengalaman selama perjalanan menuju makam. Pengalaman tersebut kemudian berkaitan dengan terbentuknya tiga makna ziarah, yaitu ziarah sebagai tempat pulang, ziarah sebagai wasilah dalam menyampaikan harapan, serta ziarah sebagai ruang untuk merenung dan menemukan ketenangan. Makna tersebut menunjukkan bahwa ziarah tidak hanya dipahami sebagai kegiatan mengunjungi makam, tetapi juga sebagai pengalaman yang memiliki kedekatan personal, menjadi bagian dari upaya menyampaikan doa dan harapan, serta memberikan ruang bagi peziarah untuk merenung dan menemukan ketenangan.

Item Type: Tugas Akhir/Skripsi
Uncontrolled Keywords: Ziarah Kubur, Pengalaman Spiritual, Pengalaman Nonspiritual, Makna, Fenomenologi, Mbah Sayyid Ali Asghor.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Sociology Study Program
Depositing User: MA'RIFATUL AMANDA FRANSISCHA
Date Deposited: 05 Oct 2026 02:10
Last Modified: 05 Oct 2026 02:10
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/24025

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year