Hutapea, Petrus Putera Anggara (2024) PERSEPSI MAHASISWA FISIP UWKS TERHADAP MAJUNYA GIBRAN RAKABUMI RAKA DI PILPRES 2024 BERDASARKAN ETIKA POLITIK. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (964kB) |
|
|
Text
01_BAB_I_PENDAHULUAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) | Request a copy |
|
|
Text
02_BAB_II_GAMBARAN_UMUM_LOKASI_PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (106kB) | Request a copy |
|
|
Text
03_BAB_III_TEMUAN_DAN_ANALISIS_DATA.pdf Restricted to Repository staff only Download (57kB) | Request a copy |
|
|
Text
04_BAB_IV_KESIMPULAN_DAN_SARAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (38kB) | Request a copy |
|
|
Text
05_DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (48kB) | Request a copy |
|
|
Text
skripsi Petrus Anggara Hutapea.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
laporan_cek_plagiasi.pdf Download (140kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FISIP UWKS) terhadap pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024 ditinjau dari perspektif etika politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan yang terdiri dari pengurus BEM FISIP UWKS, anggota DPM FISIP UWKS, serta mahasiswa dari berbagai program studi dan angkatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan merujuk pada teori persepsi dan teori etika politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persepsi yang terbelah di kalangan mahasiswa FISIP UWKS. Sebagian besar informan memandang pencalonan Gibran secara positif sebagai representasi generasi muda dalam kontestasi politik nasional dan peluang bagi anak muda untuk menyuarakan aspirasinya. Namun, sebagian informan lainnya bersikap kritis. Mereka menilai pencalonan tersebut sarat dengan praktik dinasti politik dan memperoleh keistimewaan posisional sebagai anak presiden yang sedang berkuasa. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan bagi pencalonan Gibran dinilai kontroversial dan mengandung konflik kepentingan. Dari sudut pandang etika politik, mayoritas informan memandang manuver politik Gibran bermasalah, terutama terkait statusnya sebagai kader PDI Perjuangan yang kemudian berpasangan dengan kandidat dari partai lain serta adanya indikasi privilege keluarga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pencalonan Gibran dapat dilihat sebagai peluang inklusi generasi muda, dari perspektif etika politik normatif, proses tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai keadilan politik, integritas lembaga, dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi yang anti-dinasti. Kata kunci: Persepsi Mahasiswa, Etika Politik, Dinasti Politik, Gibran Rakabuming Raka, Pilpres 2024
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Persepsi Mahasiswa, Etika Politik, Dinasti Politik, Gibran Rakabuming Raka, Pilpres 2024 |
| Subjects: | J Political Science > J General legislative and executive papers J Political Science > JF Political institutions (General) |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Polotical Science Study Program |
| Depositing User: | Petrus Putera Anggara Hutapea |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 08:45 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 08:45 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23606 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

