Tanggung Gugat Perdata Medis Atas Tindakan Sirkumsisi Yang Berakibat Kelamin Terpotong

Setyawardhani, Zazkya Novinda (2025) Tanggung Gugat Perdata Medis Atas Tindakan Sirkumsisi Yang Berakibat Kelamin Terpotong. [Tugas Akhir/Skripsi]

[img] Text
ABSTRAK_Zazkya.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (447kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (426kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (412kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (288kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (351kB) | Request a copy
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI.pdf

Download (226kB)
[img] Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (291kB) | Request a copy

Abstract

Kelalaian Kasus malpraktik dalam dunia medis di Indonesia, khususnya yang melibatkan kelalaian tenaga kesehatan seperti perawat, semakin menimbulkan perhatian serius terhadap aspek tanggung gugat hukum. Insiden fatal seperti terpotongnya alat kelamin seorang anak berusia 10 tahun akibat kelalaian dalam prosedur sirkumsisi menggunakan laser di Kerinci menggambarkan kerentanan pelayanan kesehatan serta dampak berat secara fisik dan psikologis bagi korban dan keluarganya. Meskipun Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Praktik Kedokteran mengatur pertanggungjawaban hukum bagi dokter, regulasi yang mengatur tenaga kesehatan non-dokter seperti perawat dan bidan dalam tindakan medis ini masih kurang jelas dan memicu kekosongan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya hukum dan pertanggungjawaban yang dapat dikenakan kepada tenaga kesehatan yang melakukan tindakan sirkumsisi dengan kelalaian, serta implikasi hukum atas korban yang mengalami kerugian berat. Pendekatan yuridis normatif dengan orientasi problem solution digunakan untuk mengkaji aspek hukum dari malpraktik medis, termasuk unsur- unsur 4-D (Duty, Dereliction, Damage, Direct Causation) yang menjadi dasar pertanggungjawaban pidana dan perdata. Hasil penelitian menegaskan bahwa perawat sebagai pelaksana tindakan sirkumsisi wajib mematuhi standar profesi dan kode etik, termasuk pelimpahan tugas tertulis sesuai ketentuan Permenkes dan UU Tenaga Kesehatan. Kelalaian yang mengakibatkan luka berat tersebut memenuhi unsur perbuatan melawan hukum Pasal 1365 KUHPerdata dan Pasal 58 UU No. 36 Tahun 2009, sehingga memungkinkan klaim ganti rugi materiil dan immateriil. Penegakan tanggung gugat hukum yang tegas penting untuk melindungi hak pasien, meningkatkan kualitas pelayanan medis, dan mendorong profesionalisme tenaga kesehatan. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat praktis bagi tenaga medis dan penegak hukum serta menjadi dasar akademis bagi kajian hukum terkait malpraktik medis dan perlindungan pasien di Indonesia.

Item Type: Tugas Akhir/Skripsi
Uncontrolled Keywords: Tanggung Gugat, Malpraktik, Medis, Kelalaian, Sirkumsisi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law
Depositing User: Zazkya Novinda Setyawardhani
Date Deposited: 08 Oct 2026 04:26
Last Modified: 08 Oct 2026 04:26
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23579

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year