Fariesta, Moch. Nico Yopie (2026) DETEKSI AWAL KEBUNTINGAN SAPI SIMMENTAL DENGAN METODE ULTRASONOGRAFI PASCAINSEMINASI BUATAN DI DESA DEYENG, KECAMATAN RINGINREJO,KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (128kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (423kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (247kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (90kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (123kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
ARTIKEL.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kebuntingan pada sapi Simmental menggunakan ultrasonografi (USG) transrektal melalui pengukuran diameter kepala embrio dan diameter kantong amnion pada umur kebuntingan 50 hari, 60 hari, dan 70 hari. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026 di Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri menggunakan 15 ekor sapi Simmental bunting yang dikelompokkan berdasarkan umur kebuntingan, masing-masing terdiri atas lima ekor. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, One Way Analysis of Variance (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji Tukey Honestly Significant Difference (Tukey HSD) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter kepala embrio meningkat dari 1,3820 cm pada umur kebuntingan 50 hari menjadi 1,8800 cm pada umur 60 hari dan 2,3300 cm pada umur 70 hari. Rata-rata diameter kantong amnion juga mengalami peningkatan, yaitu 6,0000 cm, 10,1200 cm, dan 12,1900 cm pada umur kebuntingan 50 hari, 60 hari, dan 70 hari. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa umur kebuntingan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter kepala embrio (F = 41,427; p < 0,001) dan diameter kantong amnion (F = 48,435; p < 0,001). Hasil uji lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa setiap kelompok umur kebuntingan memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada kedua parameter yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa diameter kepala embrio dan diameter kantong amnion mengalami peningkatan seiring bertambahnya umur kebuntingan. Kedua parameter tersebut dapat digunakan sebagai indikator dalam memperkirakan umur kebuntingan awal pada sapi Simmental melalui pemeriksaan ultrasonografi transrektal.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sapi Simmental, ultrasonografi transrektal, diameter kepala embrio, diameter kantong amnion, umur kebuntingan |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine |
| Depositing User: | 2202 Moch. Nico Yopie Fariesta |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 06:58 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 06:58 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/23450 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

