DETEKSI MASTITIS SUBKLINIS DENGAN CALIFORNIA MASTITIS TEST (CMT) DAN PEMERIKSAAN ORGANOLEPTIK PADA AIR SUSU SAPI DI KABUPATEN PASURUAN

Ramadhan, Joddy Rian (2026) DETEKSI MASTITIS SUBKLINIS DENGAN CALIFORNIA MASTITIS TEST (CMT) DAN PEMERIKSAAN ORGANOLEPTIK PADA AIR SUSU SAPI DI KABUPATEN PASURUAN. [Tugas Akhir/Skripsi]

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (614kB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (207kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (194kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (245kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (144kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (218kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
Laporan cek plagiasi 2.pdf

Download (137kB)
[img] Text
Laporan cek plagiasi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian mastitis subklinis pada sapi perah berdasarkan uji organoleptik dan uji California Mastitis Test (CMT). Penelitian dilakukan terhadap 20 ekor sapi perah dengan total 80 kuartir ambing. Parameter yang diamati dalam uji organoleptik meliputi warna, konsistensi, dan aroma susu, sedangkan uji CMT digunakan untuk mendeteksi peningkatan jumlah sel somatik sebagai indikator mastitis subklinis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel susu berada dalam kondisi normal, yaitu sebanyak 19 ekor sapi (95%), sedangkan 1 ekor sapi (5%) menunjukkan perubahan organoleptik berupa warna kuning keruh, konsistensi kental, dan aroma busuk pada seluruh kuartir ambing. Hasil uji CMT menunjukkan bahwa sebanyak 76 kuartir (95%) negatif dan 4 kuartir (5%) positif mastitis subklinis. Prevalensi mastitis subklinis dalam penelitian ini adalah sebesar 5%. Sapi yang menunjukkan perubahan organoleptik juga menunjukkan hasil CMT positif pada seluruh kuartir ambing, sedangkan sapi dengan kondisi organoleptik normal menunjukkan hasil CMT negatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa uji organoleptik menunjukkan kesesuaian dengan uji CMT dalam mendeteksi mastitis subklinis, sehingga dapat digunakan sebagai metode skrining awal yang sederhana di tingkat peternakan.

Item Type: Tugas Akhir/Skripsi
Uncontrolled Keywords: Mastitis subklinis, sapi perah, uji organoleptik, California Mastitis Test (CMT).
Subjects: Q Science > QL Zoology
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program
Depositing User: 80 joddy Rian Ramadhan Uwks
Date Deposited: 21 Jul 2026 03:53
Last Modified: 21 Jul 2026 03:53
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22959

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year