Humam, Basron (2026) PENANGANAN KASUS PROLAPSUS UTERUS PADA SAPI DI DESA SUMBERNONGKO KECAMATAN NGUSIKAN KABUPATEN JOMBANG. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (179kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (234kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (185kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (277kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (115kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (154kB) | Request a copy |
|
|
Text
FULL TEXT TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (824kB) | Request a copy |
|
|
Text
HASIL PERSENTASE PLAGIASI.pdf Download (103kB) |
Abstract
Gangguan reproduksi yang umum terjadi pada sapi diantaranya anestrus menunjukkan gejala estrus), endometritis (keradangan pada endometrium), abortus (kematian fetus sebelum waktu kelahiran/keguguran), distokia (kesulitan melahirkan akibat ukuran dan posisi fetus ataupun kondisi induk) dan retensi plasenta (kegagalan pelepasan plasenta fetalis dan plasenta induk lebih dari 12-24 jam pasca melahirkan). Prolapsus uteri ialah penonjolan uterus dari vulva dengan permukaan mukosa berwarna merah, kadang nekrosis jika tidak ditangani segera dan terkontaminasi kotoran. Lokasi pengambilan kasus pada penelitian ini dilakukan di Peternakan rakyat di Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Sapi berjenis sapi potong berusia kurang lebih 4 tahun berjenis kelamin betina dengan body condition score (BCS) 3/5 mengalami adanya massa berwarna pink hingga cokelat tua yang menonjol keluar dari vagina, menggantung ke belakang tubuh pasca melahirkan, kondisi sapi berbaring. Massa berwarna pink hingga cokelat tua yang menonjol keluar dari vulva ialah gejala klinis prolapsus uteri. Penanganan terhadap sapi yang mengalami prolapsus uteri dilakukan reposisi uterus dan dilakukan operasi minor dilakukan dengan cara menjahit bagian vulva dengan pola purse-string dengan memakai benang silk. Pasca tindakan diberikan terapi pemberian antibiotik Penstrep-400 LA dan vitamin memakai Biosan TP secara injeksi intramuskular diberikan dengan dosis masing-masing 1ml/10kg dan 20ml/ekor setelah operasi minor selesai dilakukan.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sapi, Gangguan Reproduksi, Prolaps Uteri |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 Basron Humam uwks |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:44 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:44 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22895 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

