Ismaya, Nur Silfa (2026) TANGGUNG JAWAB KLINIK KECANTIKAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PERAWATAN WAJAH BAGI KONSUMEN SEBAGAI PASIEN. Masters (S2) thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (410kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (344kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (384kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (130kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (143kB) | Request a copy |
|
|
Text
TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (469kB) | Request a copy |
|
|
Text
TURNITIN SILFA-3.pdf Download (67kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesepakatan lisan pelayanan klinik yang diduga melakukan malpraktik yang berakibat pada lemahnya perlindungan hukum bagi konsumen dalam hubungan hukum kontraktual dengan pelaku usaha jasa kecantikan melalui kesepakatan lisan. Kelemahan kesepakatan lisan menunjukkan kotra hukum karena walaupun sah secara perdata namun bertolak belakang dengan ketentuan alat bukti yang sah dalam pembuktian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hukum antara konsumen sebagai pasien dan klinik kecantikan serta tanggung jawab hukum bagi klinik terhadap konsumen serta upaya hukum yang bisa ditempuh terkait risiko dan efek samping yang mungkin timbul selama atau setelah perawatan wajah yang dilatarbelakangi oleh kesepakatan lisan. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif yang menganalisis masalah menggunakan sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, seperti KUHPerdata, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Kesehatan, dan Permenkes tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran, serta bahan hukum sekunder yang relevan. Hasil penelitian menemukan fakta hubungan hukum keperdataan antara klinik kecantikan dan konsumen sebagai pasien yang menimbulkan hak dan kewajiban timbal balik sebagai asas keseimbangan hukum. Hasil penelitian membuktikan adanya perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 KUHPerdata) melalui rusaknya wajah konsumen sebagai pasien wajib bertanggung jawab atas kerugian yang dialami konsumen akibat kelalaian atau kesalahan tenaga medis walaupun tidak didasari perjanjian tertulis. Konsumen dapat menempuh upaya perdata dengan dasar perbuatan melawan hukum maupun melalui mekanisme non-litigasi seperti penyelesaian di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan berpedoman pada Pasal 19 UUPK. Penelitian menyimpulkan bahwa tanggung jawab klinik kecantikan tidak hanya bersifat moral, tetapi juga yuridis, di mana setiap kelalaian dalam memberikan pelayanan dapat menimbulkan kewajiban ganti rugi dan tidak menutup kemungkinan dituntut secara pidana.
| Item Type: | Thesis (Masters (S2)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Hubungan Hukum, Tanggung Jawab, Upaya Hukum |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Master in Law Sciences Study Program |
| Depositing User: | 31 Nur Silfa Ismaya Silfa |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 07:27 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 07:27 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22410 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

