FAUJI, SAHRUL (2025) KARAKTERISTIK MENS REA SEBAGAI LANDASAN PERTANGGUNGJAWABAN TINDAK PIDANA PENIPUAN OLEH PENYELENGGARA RESEPSI PERNIKAHAN. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
Cover - Daftar Isi Sahrul.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
BAB 1 SAHRUL.pdf Restricted to Repository staff only Download (298kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2 SAHRUL.pdf Restricted to Repository staff only Download (284kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3 SAHRUL.pdf Restricted to Repository staff only Download (344kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 SAHRUL.pdf Restricted to Repository staff only Download (131kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR BACAAN SAHRUL.pdf Restricted to Repository staff only Download (286kB) | Request a copy |
|
|
Text
Hasil Turnitin Skripsi Sahrul.pdf Download (92kB) |
|
|
Text
Hasil Turnitin Skripsi Sahrul Full.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
JURNAL SKRIPSI SAHRUL FAUJI.pdf Restricted to Repository staff only Download (400kB) | Request a copy |
Abstract
Karakteristik mens rea dalam tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara resepsi pernikahan melalui hubungan kontraktual. Dalam praktik, karakteristik niat jahat dalam kasus penipuan oleh penyelenggara resepsi pernikahan memiliki karakteristik khusus karena terjadi dalam konteks perjanjian yang pada dasarnya bersifat perdata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator-indikator faktual yang digunakan untuk membuktikan adanya tipu muslihat sejak awal kontrak dilakukan. Dengan rumusan masalah yang pertama karakteristik mens rea sebagai landasan pertanggungjawaban tindak penipuan oleh penyelenggara resepsi pernikahan dan kedua pertaggungjawaban pidana terhadap penyelenggara resepsi pernikahan yang terbukti melakukan penipuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tipologi hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Analisis dilakukan dengan menelaah ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, prinsip mens rea dalam hukum pidana, serta putusan pengadilan terkait kasus-kasus penipuan oleh penyelenggara resepsi pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian ini menemukan bahwa pembedaan antara wanprestasi dan penipuan sangat bergantung pada pembuktian waktu munculnya niat jahat, yaitu apakah mens rea sudah ada sebelum atau pada saat kontrak dibuat. Jika tidak terdapat bukti niat jahat sejak awal, maka sengketa lebih tepat diselesaikan melalui mekanisme perdata. Dan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku usaha penyelenggara resepsi pernikahan dapat diterapkan ketika unsur tipu muslihat terbukti dan kerugian yang terjadi secara langsung akibat tindakan tersebut. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya ketelitian aparat penegak hukum dalam menilai unsur niat jahat agar penegakan hukum berjalan adil dan proporsional. Kata Kunci: Penyelenggara Resepsi Pernikahan, Mens Rea, Pertanggungjawaban Pidana
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyelenggara Resepsi Pernikahan, Mens Rea, Pertanggungjawaban Pidana |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law |
| Depositing User: | Sahrul Fauji Fauji |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 05:19 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 05:19 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

