Peran dan tugas Tua Teno dalam pembagian tanah Ulayat di Manggarai

Kantar, Yoseph Freinademetz (2018) Peran dan tugas Tua Teno dalam pembagian tanah Ulayat di Manggarai. Other thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Peran Dan Tugas Tu,a Teno Dalam Pembagian Tanah Ulayat/ Lingko Di Manggarai bertujuan pertama untuk mengetahui dan memahami serta menganalisis secara teknis peran dan tugas tu’a teno dalam pembagian tanah ulayat/ lingko di Manggrai. Kedua untuk mengetahui, memahami serta menganalisis secara praktis kedudukan tanah lingko sebagai tanah ulayat di Manggarai. Metode penelitian yang di gunakan dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian empiris yang merupakan penelitian studi lapangan, yaitu penelitian di lakukan melalui studi lapangan dan studi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan materi yang di bahas. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan pertama Pertama : bahwa dalam tatanan kehidupan orang Manggarai memiliki struktur organisasi secara adat sebagai pemangku kepentingan pembagian tanah ulayat/ lingko yaitu tu’a teno mempunyai fungsi dan tugas yaitu mengatur hak dan kewajiban warga beo (kampung) dalam hal pembagian tanah, dan kepemilikan tanah. Peran Tu’a Teno dalam pembagian tanah adat sangat penting, hal ini tergambar dalam pelaksanaan peran tersebut bahwa rangkaian proses kegiatan pembagian tanah adat mulai dari upacara adat, pembagian, dan penyelsaian konflik bila terjadi konflik tanah adat. Kedua : Tanah-tanah garapan yang diperoleh dengan merambah hutan oleh penduduk beo itulah yang kemudian disebut lingko/ tanah ulayat. Tanah-tanah lingko, yang oleh hukum Nasioanal kemudian dikenal sebagai tanah ulayat (tanah adat) adalah tanah milik bersama warga beo (kampung) yang segala pengaturannya secara adat dipusatkan pada mbaru gendang (rumah adat). Dalam hal warga beo dengan tanah yang diduduki, terdapat hubungan yang erat. Yaitu hubungan yang bersifat religio-magis. Hubungan ini menyebabkan warga beo memperoleh hak untuk menguasai tanah yang dimaksud, memanfaatkan tanah, memungut hasil dari tumbuh-tumbuhan yang hidup di atas tanah itu, hak warga beo ini di sebut hak pertuanan dan hak ulayat. Ketentuan pengakuan hak‐hak masyarakat hukum adat atas tanah dan sumber daya alam di Indonesia, sangat terkait dengan ketentuan Pasal 18 B ayat 2 UUD 1945 atas Amandemen Tahun 2000. Kata Kunci: Tanah Ulayat, Hak Ulayat, Peran dan Tugas.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tanah Ulayat, Hak Ulayat, Peran dan Tugas
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Law Sciences Study Program
Depositing User: djupri -
Date Deposited: 02 Apr 2018 06:06
Last Modified: 02 Apr 2018 07:38
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/1023

Actions (login required)

View Item View Item