Perlindungan Hukum pekerja/ buruh alih daya akibat pemutusan hubungan kerja berdasarkan undang Nomor 13 Tahun 2003

Suprat, . (2019) Perlindungan Hukum pekerja/ buruh alih daya akibat pemutusan hubungan kerja berdasarkan undang Nomor 13 Tahun 2003. Masters (S2) thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
TESIS_SUPRAT_S2 FHUWKS_ABSTRAKSI.pdf

Download (820kB)
[img] Text
TESIS_SUPRAT_S2 FHUWKS_BAB I.pdf

Download (102kB)
[img] Text
TESIS_SUPRAT_S2 FHUWKS_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (74kB) | Request a copy
[img] Text
TESIS_SUPRAT_S2 FHUWKS-BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40kB) | Request a copy
[img] Text
TESIS_SUPRAT_S2 FHUWKS_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17kB) | Request a copy
[img] Text
TESIS_SUPRAT_S2 FHUWKS_LAMPIRAN.pdf

Download (28kB)
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

Tesis yang berjudul Perlindungan Hukum Pekerja/Buruh Alih Daya Aibat Pemutusan Hubungan Kerja Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 bertujuan: Pertama, untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban hukum terhadap pekerja atau buruh akibat alih daya dalam hubungan industrial berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kedua, untuk mengetahui bagaimana upaya hukum yang bisa dilakukan pekerja outsourcing yang dirugikan ketika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Pertama, Dasar undang-undang, yaitu: Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 111 mengenai Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan; Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2003 tentang Pengesahan ILO Convention No. 81 Concerning Labour Inspection In Industry And Commerce (Konvensi ILO No. 81 Mengenai Pengawasan Ketenagakerjaan Dalam Industri dan Perdagangan) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4309); Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4356). Perundang-undangan: Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2010 tentang Pengawasan Ketenagakerjaan; Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 19 tahun 2012 tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan lain; Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: SE.04/MEN/VIII/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan. (Lembaran Negara Nomor 1753 Kepmenaker). Kedua, berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang dilakukan mengenai perlindungan hukum bagi tenaga kerja alih daya dan kosistensi pengaturan tenaga kerja alih daya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang etenagakerjaan dan Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan kepada perusahaan lain, maka dapat diambil kesimpulan bahwa meskipun perlindungan hukum bagi tenaga kerja alih daya sudah dicantumkan dalam PKWT tenaga kerja tersebut masih belum merasa terlindungi karena di dalam PKWT antara penyedia tenaga kerja dengan tenaga kerja alih daya dalam praktik masih terdapat klausula yang kurang memberikan perlindungan hukum bagi tenaga kerja alih daya. The thesis entitled Protection of Workers/Workers Outsourcing Caused Termination of Employment Under Law Number 13 of 2003 aims: First, to find out how legal liability to workers or laborers due to outsourcing in industrial relations based on Law Number 13 of 2003 concerning Labor, secondly, to find out how legal remedies can be done by outsourced workers who are disadvantaged when there is Termination of Employment. Based on the results of the study it can be concluded: First, the legal basis, namely: Law Number 21 of 1999 concerning Ratification of ILO Convention No. 111 concerning Discrimination in Employment and Occupation; Law Number 21 Year 2003 concerning Ratification of ILO Convention No. 81 Concerning Labor Inspection in Industry and Commerce (ILO Convention No. 81 Concerning Labor Inspection in Industry and Trade) (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2003 Number 91, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4309); Law Number 13 of 2003 concerning Manpower (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2003 Number 39, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4279); Law Number 2 of 2004 concerning Settlement of Industrial Relations Disputes (Statute Book of the Republic of Indonesia Number 6 of 2004, Supplement to Statute Book of the Republic of Indonesia Number 4356). Legislation: Presidential Regulation Number 21 Year 2010 concerning Labor Inspection; Regulation of the Minister of Manpower Number 19 of 2012 concerning Terms of Submission of Partial Execution of Work to Other Companies; Circular of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number: SE.04 / MEN / VIII / 2013 concerning Guidelines for Implementing Permenaker Number 19 of 2012 Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 33 of 2016 concerning Procedures for Labor Inspection. (State Gazette Number 1753 Kepmenaker). Secondly, based on the results of research obtained and discussions conducted regarding legal protection for outsourced workers and the consistency of outsourcing labor arrangements. Pursuant to Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and Manpower and Transmigration Regulation Number 19 of 2012 concerning the conditions for handover of part of the implementation to other companies, it can be concluded that although legal protection for outsourced workers has been included in the PKWT, the workers still do not feel protected because in the PKWT between providers of labor and outsourcing workers in practice there are still clauses that do not provide legal protection for outsourced workers.

Item Type: Thesis (Masters (S2))
Uncontrolled Keywords: alih daya, hubungan industrial, pekerja atau buruh, pengaturan, outsourcing, industrial relations, workers or laborers, regulation
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Master in Law Sciences Study Program
Depositing User: djupri -
Date Deposited: 09 Oct 2019 03:33
Last Modified: 09 Oct 2019 03:33
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/5185

Actions (login required)

View Item View Item