Kadar serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) setelah pemberian ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) pada tikus putih (Rattus Norvegicus) yang diinduksi parasetamol

Widarwanto, Muhammad Ridwan (2019) Kadar serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) setelah pemberian ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) pada tikus putih (Rattus Norvegicus) yang diinduksi parasetamol. Bachelor (S1) thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
Abstrak.pdf

Download (5MB)
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

ABSTRAK Temulawak merupakan jenis tanaman yang digunakan sebagai pengobatan tradisional dan bermanfaat sebagai antihepatitis, antikarsinogenik, antiinflamasi, antimikroba, detoksikasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar SGOT dan SGPT setelah pemberian ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) pada tikus putih yang diinduksi parasetamol. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan coba dalam penelitian ini menggunakan tikus putih sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 4 perlakuan dengan 6 ulangan, P0 hanya diberi makan dan minum setian hari selama penelitian, P1, P2, dan P3 diberi induksi parasetamol sehari sekali selama 7 hari, kemudian P2 diberi ekstrak temulawak 30%, dan P3 diberi ekstrak temulawak 50%. Ekstrak temulawak diberi setelah induksi parasetamol dengan pemberian sehari sekali selama 7 hari. Hasil dianalisis mengunakan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk menentukan nilai kadar SGOT dan SGPT, maka diperoleh hasil P=0,258 (P>0.05) untuk kadar SGOT dan hasil P=0,239 (P>0.05) untuk kadar SGPT, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak temulawak terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang diinduksi parasetamol tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan. Kata Kunci : SGOT, SGPT, Ekstrak Temulawak, Parasetamol, Tikus Putih ABSTRACT Temulawak was a plant that used for treatment and useful as antihepatitis, anticarcinogenic, antiinflammatory, antimicrobial, detoxifying and antioxidant. This study aimed to find out the level of SGOT and SGPT after given temulawak extract on white rat induced by paracetamol. This study included experimental research using a complete random design (RAL). This study used a try as many as 24 white rats that were given 4 treatments with 6 replications, P0 was only given food and drink every day during the study, P1, P2, and P3 were induced paracetamol once per day for 7 days, then P2 was given temulawak extract 30%, and P3 was given temulawak extract 50%. Temulawak extract was given for 7 days after induction of paracetamol. The results analized using the ANOVA method and followed by Duncan test to determine the level number of SGOT and SGPT. As the results, P = 0.258 (P > 0.05) for SGOT level and P = 0.239 (P > 0.05) for SGPT level, it concluded that the provision of temulawak extract on SGOT and SGPT levels in the induced white rats of paracetamol was not significant in each treatment. Keywords : SGOT, SGPT, Temulawak Extract, Paracetamol, White Rat

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : SGOT, SGPT, Ekstrak Temulawak, Parasetamol, Tikus Putih Keywords : SGOT, SGPT, Temulawak Extract, Paracetamol, White Rat
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Vetenary Medicine > Vetenary Education Study Program
Depositing User: Muhammad Ridwan Widarwanto
Date Deposited: 09 Apr 2019 06:51
Last Modified: 09 Apr 2019 06:51
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/3826

Actions (login required)

View Item View Item