Perbedaan pengaruh ekstrak kacang kedelai (glycine max) dan kacang hijau (phaseolus radiatus L) terhadap kadar MDA

Lailly, Mirna Fauziah (2019) Perbedaan pengaruh ekstrak kacang kedelai (glycine max) dan kacang hijau (phaseolus radiatus L) terhadap kadar MDA. Bachelor (S1) thesis, Wijaya Kusuma USurabaya University.

[img] Text
ABSTRAK (2).pdf

Download (6MB)
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

ABSTRAK Lailly, Mirna Fauziah. 2017. Perbedaan Pengaruh Ekstrak Kacang Kedelai (Glycine Max) Dan Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L) Terhadap Kadar Mda Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Yang Dibuat Hiperkolesterolemia. Tugas Akhir. Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dosen Pembimbing : Noer Kumala Indah Sari, S.Si., M.Si Hiperkolesterolemia adalah keadaan dimana kadar kolesterol melebihi normal. Hiperkolesterolemia mengindikasikan adanya akumulasi radikal bebas dalam tubuh. Peningkatan radikal bebas menstimulasi proses peroksidasi lipid dan mengakibatkan stres oksidatif yang dapat ditentukan dengan mengukur salah satu parameter yaitu malondialdehida (MDA), Sedangkan zat penunda atau pencegah terjadinya stres oksidatif disebut antioksidan. Senyawa yang sering ditemukan adalah fenol, karotenoid, tokoferol, flavonoid, senyawa ini dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan salah satunya yaitu kacang hijau dan kacang kedelai. Dari uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh ekstrak kacang kedelai (glycine max) dan kacang hijau (phaseolus radiatus l) terhadap kadar MDA pada tikus putih (rattus novergicus) yang dibuat hiperkolesterolemia. Untuk populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang didapatkan dari Laboratorium hewan coba Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan besar sampel tikus yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 ekor tiap kelompok. Analisis data penelitian ini menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak kacang kedelai (Glycine max) dan kacang hijau (Phaseolus radiatus) terhadap kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibuat hiperkolesterolemia, terbukti dengan nilai p-value = 0,026 dan 0,003 < α (0.05).

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Ekstrak Kacang Kedelai (Glycine Max), Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L), Kadar MDA, Hiperkolesterolemia
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Medicine Study Program
Depositing User: Mirna Fauziah Lailly
Date Deposited: 21 Mar 2019 03:25
Last Modified: 21 Mar 2019 03:25
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/3599

Actions (login required)

View Item View Item