Perbandingan efektifitas berkumur dengan air rebusan daun sirih (piper betle linn) dan air rebusan temulawak (curcuma xanthoria roxb) terhadap penurunan halistosis

Dewi, Ni Putu Diah Kumala (2019) Perbandingan efektifitas berkumur dengan air rebusan daun sirih (piper betle linn) dan air rebusan temulawak (curcuma xanthoria roxb) terhadap penurunan halistosis. Bachelor (S1) thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
NI PUTU DIAH KUMALA DEWI 14700150.pdf

Download (555kB)
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

Ni Putu Diah Kumala Dewi. 2017. Perbandingan Efektifitas Berkumur Dengan Air Rebusan Daun Sirih (Piper Betle Linn.) dan Air Rebusan Temulawak (Curcuma Xanthoria Roxb.) Terhadap Penurunan Halistosis. Pembimbig : dr. Anggraheny Soelistyaningtyas., Sp.Rad Halitosis adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk menerangkan adanya bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara. Tanaman herbal daun sirih (Piper betle Linn.) diketahui memiliki efek antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri, tanaman ini juga dikenal dalam berbagai pengobatan tradisional, karena daun sirih mengandung 4,2% minyak atsiri dimana komponen utama minyak atsiri tersebut adalah fenol dan senyawa turunannya, diantara senyawa turunannya itu adalah klavikol yang memiliki daya bakterisida lima kali lebih kuat dibanding fenol, sedangkan tanaman herbai lainnya yang memiliki kandungan minyak atsiri adalah temulawak, komponen senyawa aktif terpenting dalam temulawak adalah kurkumin dan minyak atsiri. Kandungan minyak atisiri pada rimpang temulawak 3-12% dan pada kurkumin dalam temulawak 1-2%. Dalam penelitian ini lebih menitikberatkan untuk mengetahui perbandingan efektifitas berkumur dengan air rebusan daun sirih (piper betle linn.) dan air rebusan temulawak (curcuma xanthorriza roxb.) terhadap penurunan halitosis. Subjek dari penelitian ini adalah pasien yang berobat ketempat Praktek Drg. Ni Nyoman Armini. Sampel yang dipergunakan dalam penelitan ini sebanyak 60 sampel yang dibagi 2 kelompok, yaitu 30 sampel kelompok A (diberi perlakukan berkumur dengan rebusan daun sirih) dan 30 sampel kelompok B (diberi perlakukan dengan rebusan tamulawak), dimana setiap orang mendapat dua kali pengujian sebelum dan sesudah berkumur rebusan daun sirih dan rebusan temulawak. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah uji statistic parameteric. Dan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kumur menggunakan air rebusan daun sirih lebih efektif untuk mengurangi halitosis dibandingkan dengan kumur dengan menggunakan air rebusan temulawak Kata Kunci : Berkumur, Air Rebusan Daun Sirih (Piper Betle Linn.), Air Rebusan Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.), Halitosis

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: Berkumur, Air Rebusan Daun Sirih (Piper Betle Linn.), Air Rebusan Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.), Halitosis
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine > Medicine Study Program
Depositing User: Ni Putu Diah Kumala Dewi
Date Deposited: 22 Mar 2019 01:57
Last Modified: 22 Mar 2019 01:57
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/3569

Actions (login required)

View Item View Item