Muhammad, Budi Santoso (2026) PERLAKUAN AUTOVAKSIN PAPILOMATOSIS PADA SAPI DI KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA TAHUN 2025. [Tugas Akhir/Skripsi]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (870kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (353kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (176kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (165kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (45kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (152kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text
HASIL PERSENTASE PLAGIASI.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
FULL TEXT TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur pengaplikasian autovaksin Bovine Papillomavirus (BPV) dan efektivitasnya terhadap penyembuhan papilomatosis pada sapi di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Tahun 2025. Papilomatosis merupakan penyakit kulit akibat infeksi Bovine Papillomavirus yang ditandai munculnya benjolan menyerupai kutil pada kulit sapi dan dapat menurunkan nilai ekonomis ternak. Penelitian dilakukan pada 3 ekor sapi penderita papilomatosis yang diberikan perlakuan autovaksin BPV. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya lesi papilloma pada bagian kuping, sekitar mata, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Lesi tampak kasar, menonjol, dan berukuran bervariasi. Sapi juga menunjukkan gejala pruritus berupa kebiasaan menggesekkan tubuh pada dinding kandang akibat rasa gatal. Pengaplikasian autovaksin diawali dengan pengambilan jaringan papilloma dari sapi penderita, kemudian diproses melalui tahap penghancuran, pencampuran dengan larutan fisiologis, dan inaktivasi sebelum digunakan sebagai autovaksin. Selanjutnya, autovaksin diberikan pada sapi sesuai prosedur yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian autovaksin BPV memberikan respon positif terhadap penyembuhan papilloma. Lesi papilloma secara bertahap mengalami pengeringan, pengecilan ukuran, dan beberapa benjolan mengalami kerontokan setelah pemberian autovaksin. Kondisi umum sapi selama penelitian masih tergolong normal dengan nafsu makan yang baik sehingga mendukung proses penyembuhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa autovaksin BPV cukup efektif dalam membantu proses penyembuhan papilomatosis pada sapi.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | autovaksin Bovine Papilloma Virus, papilomatosis, sapi, papilloma. |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 Muhammad budi santoso UWKS |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 06:40 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 06:40 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22902 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

