Andriono, Edi (2026) Analisis Kasus Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) Pergantian Musim Pada Sapi Potong di wilayah Kecamatan Kedopok Kota probolinggo Tahun 2024. [Tugas Akhir/Skripsi] (Unpublished)
|
Text
Abstrak.pdf Download (662kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (160kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (150kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (366kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (150kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (450kB) | Request a copy |
|
|
Text
Lampiran 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
HASIL PRESENTSE TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (154kB) | Request a copy |
|
|
Text
fULL TEXT TURNITIN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Bovine Ephemeral Fever (BEF) merupakan penyakit virus pada sapi potong yang ditularkan melalui vektor serangga pengisap darah dan sering muncul pada periode pergantian musim. Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, kelemahan tubuh, penurunan nafsu makan, serta menurunkan produktivitas ternak sehingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian dan pola kejadian BEF pada sapi potong di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan peternak, serta dokumentasi dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung jumlah kasus dan persentase kejadian penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi sapi potong di Kecamatan Kedopok tahun 2024 sebanyak 1.673 ekor dengan jumlah kasus BEF sebanyak 15 ekor. Prevalensi kejadian BEF sebesar 0,9% sehingga termasuk kategori rendah. Distribusi kasus tertinggi ditemukan di Kelurahan Kareng Lor, sedangkan beberapa wilayah lainnya tidak ditemukan kasus. Kejadian penyakit cenderung meningkat pada masa pergantian musim hujan dan kemarau karena kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan vektor penyakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian BEF pada sapi potong di Kecamatan Kedopok masih ditemukan meskipun prevalensinya rendah dan dipengaruhi oleh faktor musim serta kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan manajemen kesehatan ternak, sanitasi kandang, dan pengendalian vektor untuk mencegah peningkatan kasus BEF.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bovine Ephemeral Fever, sapi potong, prevalensi, pergantian musim, vektor penyakit. |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 Edi Andriono UWKS |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 05:02 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 05:02 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22810 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

