Haryanto, Budi (2026) Penanganan Dan Pencegahan Penyakit Scabies Pada Kambing Di Desa Labuhan Kecamatan Sreseh 2025. [Tugas Akhir/Skripsi] (Unpublished)
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (259kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (505kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (241kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (569kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (171kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (236kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (370kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (626kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Peternakan kambing berperan penting dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan masyarakat, namun sistem pemeliharaan tradisional yang kurang optimal meningkatkan risiko penyakit kulit menular seperti scabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian serta penanganan dan pencegahan penyakit scabies pada kambing di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur tahun 2025. Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan dapat menurunkan kondisi kesehatan serta produktivitas kambing. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pengumpulan data populasi kambing dan kasus scabies selama periode Januari–Desember 2025. Tingkat kejadian penyakit dianalisis menggunakan perhitungan prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian scabies pada kambing di Desa Labuhan sebesar 4,23% dengan variasi antar dusun, di mana tingkat kejadian tertinggi terdapat di Dusun Bunjuh sebesar 5,45% dan terendah di Dusun Jatisari sebesar 2,86%. Pemeriksaan klinis dan scraping kulit mengonfirmasi keberadaan Sarcoptes scabiei sebagai penyebab utama lesi kulit. Meskipun tingkat kejadian relatif rendah, kasus scabies masih ditemukan sehingga diperlukan upaya pengendalian berkelanjutan melalui perbaikan sanitasi kandang, penerapan biosekuriti, pengobatan yang tepat, serta edukasi peternak
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kambing, scabies, Sarcoptes scabiei, prevalensi. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QL Zoology |
| Divisions: | Faculty of Vetenary Medicine > Animal Health and Veteriner Public Health Study Program |
| Depositing User: | 80 BUDI HARYANTO UWKS |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 05:14 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 05:14 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/22786 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

