RINALDO, SIMON ALEXANDER (2025) TRADISI MOKE BERDASARKAN PERSPEKTIF HUKUM ADAT ALOK TIMUR KABUPATEN SIKKA. [Tugas Akhir/Skripsi] (Unpublished)
|
Text
ABSTRAK_.pdf Download (429kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (468kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (225kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (224kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (223kB) |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (356kB) |
|
|
Text
LAPORAN CEK PLAGIASI 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
ARTIKEL_.pdf Restricted to Repository staff only Download (170kB) |
Abstract
Penelitian ini yang berjudul Tradisi Moke Berdasarkan Perspektif Hukum Adat Alok Timur Kabupaten Sikka bertujuan untuk mengetahui tata cara tradisi Moke di Alok Timur serta hubungan antara tradisi Moke dengan hukum adat setempat. Tradisi Moke merupakan bagian dari budaya masyarakat Alok Timur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan spiritual yang mendalam. Seiring perkembangan zaman, terjadi pergeseran dalam praktik dan makna tradisi ini, yang memunculkan tantangan dalam pelestarian dan penerapan hukum adat yang mengaturnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris dengan pendekatan deskriptif analitis secara kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, serta studi kepustakaan mengenai regulasi hukum adat dan kebijakan pemerintah daerah. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk memahami bagaimana hukum adat mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi Moke serta bagaimana peran pemimpin adat dalam memastikan keberlanjutan tradisi ini. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hukum adat masih memegang peran utama dalam mengatur tradisi Moke, meskipun regulasi formal mengenai minuman beralkohol telah dicabut. Pemimpin adat berperan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam tradisi Moke, serta menjadi mediator dalam penyelesaian konflik yang muncul akibat penyalahgunaan minuman ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat adat untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan perlindungan sosial. Kata Kunci: hukum adat, tradisi Moke, Alok Timur, Kabupaten Sikka, regulasi.
| Item Type: | Tugas Akhir/Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KD England and Wales |
| Divisions: | Faculty of Law > Law Sciences Study Program |
| Depositing User: | 30 SIMON ALEXANDER RINALDO UWKS |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 04:34 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 04:34 |
| URI: | http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/21504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year

