Gambaran histopatologi hepar terhadap induksi parasetamol dan ekstrak temulawak (curcuma zanthorrhiza roxb) pada tikus putih (rattus norvegicus)

Klaudius Yansen, Sola (2018) Gambaran histopatologi hepar terhadap induksi parasetamol dan ekstrak temulawak (curcuma zanthorrhiza roxb) pada tikus putih (rattus norvegicus). UNSPECIFIED thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
aploud yansen bentuk PDf.pdf

Download (933kB)
Official URL: http://uwks.ac.id

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hepar yang diinduksi parasetamol dapat menganalisis degenerasi, nekrosis, radang dan pemberian ekstrak Temulawak (Curcuma zanthorrhiza roxb) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitiaqn ini adalah penelitian Eksperimental. Sampel penelitian yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 24 ekor. Tikus putih dibagi secara acak menjadi 4 kelompok dengan masing – masing kelompok 6 ekor, kelompok perlakuan pertama sebagai kontrol positif yang tidak diinduksi parasetamol (P0), kelompok perlakuan kedua sebagai kontrol negatif yang diinduksi parasetamol 1000 mg/kg BB (P1), kelompok perlakuan ketiga diinduksi parasetamol 1000 mg/kg BB dilanjutkan terapi ekstrak Temulawak 30% (P2), dan kelompok perlakuan keempat diinduksi parasetamol 1000 mg/kg BB dilanjutkan terapi ekstrak Temulawak 50% (P3). Tikus putih diadaptasikan selama 7 hari, lalu diinduksi parasetamol selama 7 hari dan dilanjutkan terapi ekstrak temulawak selama 7 hari secara peroral. Pada hari ke-22 dikorbankan untuk diambil sampel organ hepar kemudian dibuat preparat histopatologi. Hasil analisis data mengunakan uji Kruskal Wallis pada organ hepar diperoleh P (Asymp.sig) P degenerasi = 0.00, P nekrosis = 0.03, P radang 0.229. Nilai P untuk degenerasi dan nekrosis lebih rendah dari 0.05 berarti ada perbedaan nyata dengan standar data distribusi normal sedangkan untuk radang nilai P lebih besar dari 0.05 berarti tidak ada perbedaan nyata dengan standar data distribusi normal. Kesimpulan penelitian ini adalah. pemberian parasetamol dapat menimbulkan kerusakan pada organ hepar dan ekstrak temulawak dapat memperbaiki kondisi hepar yang telah rusak akibat diinduksi parasetamol Kata kunci : Ekstrak Temulawak, Gambaran Histopatologi, Parasetamol,Tikus putih.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Uncontrolled Keywords: Ekstrak Temulawak, Gambaran Histopatologi, Parasetamol,Tikus putih.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: PKM/ LPPM/BP3 > Medicine Study Program
Depositing User: Klaudius Yansen Sola
Date Deposited: 17 Sep 2018 06:07
Last Modified: 17 Sep 2018 06:07
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/2145

Actions (login required)

View Item View Item