Uji efektivitas krim dari ekstrak daun tanaman ketapang (Terminalia catappa L.) sebagai pengobatan luka sayat yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Orytolagus cuniculus)

Lololuan, Riyanty (2018) Uji efektivitas krim dari ekstrak daun tanaman ketapang (Terminalia catappa L.) sebagai pengobatan luka sayat yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Orytolagus cuniculus). Other thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
14640006 Riyanty Lololuan.pdf

Download (786kB)
Official URL: https://www.uwks.ac.id

Abstract

ABSTRAK Riyanty Lololuan, 2018. Uji Efektivitas Krim Dari Ekstrak Daun Tanaman Ketapang (Terminalia catappa L.) Sebagai Pengobatan Luka Sayat Yang Terinfeksi Bakteri Staphylococcus Aureus Pada Kelinci (Orytolagus cuniculus). Pembimbing Dr. Ir. Sukian Wilujeng, MM dan Dra. Marmi, M.Si. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Ekstrak daun tanaman ketapang (Terminalia catappa L.) adalah salah satu jenis tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan baik didalam tubuh maupun diluar tubuh. Kandungan yang terdapat dalam ekstrak daun tanaman ketapang yaitu berupa saponin dan flavanoid yang merupakan senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan maupun mematikan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun tanaman ketapang (Terminalia catappa L.) dalam bentuk krim dapat memberi efek terhadap penyembuhan luka sayatan pada hewan uji. Dan untuk mengetahui konsentrasi dari ekstrak daun tanaman ketapang (Terminalia catappa L.) dalam bentuk krim yang efektif menyembuhkan luka sayat pada hewan uji. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan metode yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan. Pembuatan krim dari ekstrak daun tanaman ketapang dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, basis krim (kontrol negatif), rivanol krim (kontrol positif) telah memenuhi syarat dan diujikan pada hewan uji kelinci sebanyak 5 ekor. Luka diolesi tiga kali sehari dengan krim yang diuji. Pengamatan luka dilakukan selama 7 hari terhadap waktu sembuh luka yang terinfeksi bakteri dimulai pada saat terjadinya iritasi atau pembengkakan. Hasil penelitian dengan rata-rata panjang penyembuhan luka pada hari ke-7 pada basis krim 1,15, rivanol krim 6,82, krim ekstrak daun tanaman ketapang konsentrasi 1%, 5%, 10% berturut-turut yaitu 4,96, 6,2, dan 6,35. Analisis statistik menggunakan uji T independen sampel test, dimana terdapat perbedaan yang signifikan dari krim terhadap penyembuhan luka sayatan dengan nilai Sig. < 0,05. Namun dalam penelitian ini menunjukan bahwa pemberian krim dengan berbagai konsentrasi dari krim ekstrak daun tanaman ketapang tidak efektif untuk penyembuhan luka sayatan pada kelinci, karena dari hasil yang diperoleh yang lebih efektif untuk penyembuhan luka sayatan yaitu pada rivanol krim. Kata kunci : Ekstrak Daun Tanaman Ketapang (Terminalia catappa L.), Staphylococcus aureus, Krim, Kelinci (Orytolagus coniculus).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Ekstrak Daun Tanaman Ketapang (Terminalia catappa L.), Staphylococcus aureus, Krim, Kelinci (Orytolagus coniculus).
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Language and Science > Biology Education Study Program
Depositing User: Aliadi Hadipoetro
Date Deposited: 14 Sep 2018 07:36
Last Modified: 14 Sep 2018 07:36
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/2044

Actions (login required)

View Item View Item