Kritik sosial dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye: pendekatan sosiologi sastrak

Sari, Eka Irviana Novita (2018) Kritik sosial dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye: pendekatan sosiologi sastrak. Other thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://uwks.ac.id

Abstract

ABSTRAK Sari, Eka Irviana Novita. 2018. Kritik Sosial dalam Novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye: pendekatan Sosiologi Sastra. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Pembimbing (I) Dr. Kaswadi, M. Hum. (II) Dr. Darsono, M. Si. Kata kunci: kritik sosial, sosiologi sastra, dan teknik pengungkapan. Novel Negeri Para Bedebah merupakan novel yang mengandung kritik sosial yang kuat. Kritik sosial adalah tanggapan atau ungkapan mengenai baik buruknya, benar dan salah, atau menguntungkan merugikan suatau keadaan atau kejadian yang menyentuh kepentingan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye, (2) mendeskripsikan cara pengungkapan kritik sosial dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Teori sosiologi sastra merupakan penelitian terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan keterlibatan struktur sosialnya. Sumber data penelitian ini adalah novel Negeri Para Bedebah (NPB) karya Tere Liye dengan jumlah 440 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Utama pada tahun 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan mencatat, sedangkan penganalisisan data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diuraikan sebagai berikut: (1) wujud kritik sosial berupa (a) kritik terhadap ekonomi kapitalis, (b) kritik terhadap aparat hukum, (c) kritik terhadap perilaku suap, dan (d) kritik pelanggaran HAM. Kritik terhadap ekonomi kapitalis yaitu kritik terhadap para usaha yang curang, cenderung ingin mengambil keuntungannya sendiri tanpa memperhatikan orang lain. Kritik yang dilakukan adalah kritik kepada pengusaha sebagai representasi orang kapitalis. Kritik terhadap kelalaian aparat hukum yaitu kritik terhadap kelalaian aparat hukum dalam menangani kasus hukum. NPB ditemukan kelalaian aparat hukum berupa kelalaian aparat penegak hukum yang tidak ketat dalam penyidikan terhadap pelanggar hukum. Kritik terhadap perilaku suap yaitu berupa kritik kasus suap menyuap. Hukum di Indonesia masih ternilai dengan angka, sehingga masih ada oknum jasa yang terkena suap. Hukum di Indonesia masih mengistimewakan seseorang yang mempunyai kekuasaan. Kasus suap bukan hanya dengan uang saja melainkan perjanjian antara orang satu dengan yang lain. Kritik pelanggaran HAM yaitu berupa tindakan-tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh masyarakat dan penegak hukum. Pelanggaran HAM berupa (a) penggelapan harta, (b) pembunuhan, (c) pembubaran aparat kepolisian, dan (d) penyiksaan. (2) Pengungkapan kritik sosial melalui dua cara (a) cakapan atau dialog, dan (b) deskripsi. Cakapan atau dialog maksudnya adalah mengungkapkan kritik sosial melalui percakapan para tokohnya. Sedangkan deskripsi adalah kritik sosial yang diungkapkan secara langsung oleh pencerita. Akan tetapi, dari kedua cara itu yang lebih banyak dilakukan pengungkapan kritik sosial melalui cakapan (dialog).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: kata kunci: kritik sosial, sosiologi sastra, dan teknik pengungkapan
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions: Faculty of Language and Science > Indonesian Language Education Study Program
Depositing User: Eka Irviana Novita Sari
Date Deposited: 07 Sep 2018 03:00
Last Modified: 07 Sep 2018 03:00
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/1793

Actions (login required)

View Item View Item