Kajian Pertumbuhan dan Kandungan Papain Kalus Daun Pepaya (Carica papaya L.) melalui Teknik Kultur Jaringan dengan Perlakuan Elisitor Saccharomyces cerevisiae pada Media MS dan VW.

Eryanto, Arief (2018) Kajian Pertumbuhan dan Kandungan Papain Kalus Daun Pepaya (Carica papaya L.) melalui Teknik Kultur Jaringan dengan Perlakuan Elisitor Saccharomyces cerevisiae pada Media MS dan VW. Other thesis, Wijaya Kusuma Surabaya University.

[img]
Preview
Text
Abstract.pdf

Download (432kB) | Preview
Official URL: https://uwks.ac.id

Abstract

ARIEF ERYANTO. 14210007. KAJIAN PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN PAPAIN KALUS DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) MELALUI TEKNIK KULTUR JARINGAN DENGAN PERLAKUAN ELISITOR Saccharomyces cerevisiae PADA MEDIA MS DAN VW. DIBAWAH BIMBINGAN Prof. Dr. Ir. Hj. Sri Arijanti Prakoeswa, MM. sebagai dosen pembimbing I dan Ir. Dwie Retna Suryaningsih, MP. Sebagai dosen pembimbing II. ABSTRAK Tanaman dikatakan sumber utama senyawa kimia yang digunakan terutama untuk industri farmasi dan food additive. Pepaya merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah termasuk komoditas buah-buahan yang punya rasa manis, bergizi tinggi, serta mengandung serat tinggi sehingga baik bagi kesehatan dan pencernaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan Papain adalah melalui teknik kultur jaringan dan teknik elisitasi Tujuan dari penelitian ini (1) Untuk mengetahui kuantitas kalus papaya dengan perlakuan elisitor Saccharomycses cerevisiae pada media MS dan VW; (2) Untuk mengetahui kualitas kalus kompak atau kalus remah (friable) dengan perlakuan elisitor Saccharomycses cerevisiae pada media MS dan VW; (3) Untuk mengetahui kandungan Papain pada kalus daun pepaya dengan perlakuan elisitor Saccharomyces cerevisiae pada media MS dan VW. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan analisisi kandungan Papain dilakukan pada Laboratorium Penelitian dan Konsultasi Industri Surabaya-Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November hingga bulan Januari 2018. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial menggunakan dua faktor yang diulang empat kali dan masing-masing terdapat 4 sampel. Adapun kombinasi perlakuan sebagai berikut : faktor I (Media) : M1 (Media MS); M2 (Media VW) dan faktor II (Saccharomyces cerevisiae) : S1 (0 mg BK/L); S2 (25 mg BK/L); S3 (50 mg BK/L). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perlakuan media MS dan elisitor Saccharomyces cerevisiae 25 mg BK/L menghasilkan kuantitas kalus yang terbaik dari perlakuan yang lain; (2) Semua perlakuan media dan elisitor Saccharomyces cerevisiae menghasilkan kualitas kalus kompak; (3) Perlakuan media VW dan elisitor Saccharmyces cerevisiae 25 mg BK/L menghasilkan kandungan Papain terbanyak. Kata Kunci : Elisitor Saccharomyces cerevisiae; Kalus daun pepaya; Media; Papain. ============================================================ ARIEF ERYANTO. 14210007. STUDY GROWTH AND CONTENTS PAPAIN CALLUS LEAF PAPAYA (Carica papaya L.) THROUGH TISSUE CULTURE TECHNIQUES WITH TREATMENT OF ELICITOR Saccharomyces cerevisiae IN MEDIUM MS AND VW. UNDER DIRECTION Prof. Dr. Ir. Hj. Sri Arijanti Prakoeswa, MM. as thesis advisor I dan Ir. Dwie Retna Suryaningsih, MP. as thesis advisor II. ABSTRACT Plants are said to be the main source of chemical compounds used primarily for the pharmacy and food additive industries. Papaya is a plant originating from Central America including commodity fruits that has a sweet taste, high nutritious, and contain high fiber so good for health and digestion. One effort that can be done to improve the content of Papain is through tissue culture techniques and elicitation techniques. The purpose of this study (1) To determine the quantity of papaya callus with the treatment of Saccharomycses cerevisiae elicitor in MS and VW medium; (2) To know the quality of compact callus or crushed callus (friable) with the treatment of Saccharomycses cerevisiae elicitor in MS and VW medium; (3) To know the contents of Papain on papaya leaf callus with Saccharomyces cerevisiae elicitor treatment in MS and VW medium. This research was conducted at Tissue Culture Laboratory Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya with Papain contents analysis performed at the Research and Consulting Laboratory of Surabaya-East Java. The study was conducted from November to January 2018. Using a Completely Randomized Design (RAL) using two factors were repeated four times and each had 4 samples. The combination of treatments as follows: factor I (Medium): M1 (MS Medium); M2 (VW Medium) and Factor II (Saccharomyces cerevisiae): S1 (0 mg BK / L); S2 (25 mg BK / L); S3 (50 mg BK / L). The results of this study indicate that (1) the treatment of MS media and the elicitor Saccharomyces cerevisiae 25 mg BK / L resulted in the best callus quantity from other treatments; (2) All medium treatments and elicitors Saccharomyces cerevisiae produce compact callus quality; (3) The treatment of VW medium and the elicitor Saccharmyces cerevisiae 25 mg BK / L produced the highest Papain content. Keywords: Elisitor Saccharomyces cerevisiae; Papaya leaf kalus; Media; Papain.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Elisitor Saccharomyces cerevisiae; Kalus daun pepaya; Media; Papain. Elisitor Saccharomyces cerevisiae; Papaya leaf kalus; Media; Papain.
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Agrotechnology Study Program
Depositing User: -
Date Deposited: 27 Feb 2018 04:41
Last Modified: 27 Feb 2018 04:41
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/165

Actions (login required)

View Item View Item