Prinsip Praduga Selalu Bertanggung-gugat dalam Sengketa Medik

Purwadi, Ari (2017) Prinsip Praduga Selalu Bertanggung-gugat dalam Sengketa Medik. PADJADJARAN JURNAL ILMU HUKUM (JOURNAL OF LA W), 4 (1). pp. 104-121. ISSN 2460-1543 [e-ISSN 2442-9325]

[img]
Preview
Text
Prinsip Praduga Selalu Bertanggung gugat dalam sengketa medik_Padjajaran Jurnal Ilmu Hukum_Ari Purwadi_Vol 4 No 1 Tahun 2017.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Sengketa medik timbul ketika terjadi malpraktik dokter. Malpraktik dokter adalah adanya kesalahan profesional yang dilakukan oleh seorang dokter pada waktu melakukan perawatan dan ada pihak lain yang dirugikan atas tindakan dokter tersebut. Kenyataannya ternyata tidak mudah untuk menetapkan kapan adanya kesalahan profesional tersebut. Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran mengatur bahwa apabila ada peristiwa malpraktik, pasien dimungkinkan untuk menggugat atas kerugian secara perdata ke pengadilan. Penggunaan prinsip praduga selalu bertanggung-gugat untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum perdata kepada dokter bila terjadi peristiwa malpraktik akan memberikan perlindungan hukum antara dokter dengan pasien secara proporsional dan berimbang. Dokter diberikan upaya untuk dapat melakukan pembuktian bahwa dirinya tidak bersalah atau tidak lalai atas peristiwa malpraktik melalui prinsip pembalikan beban pembuktian. Penggunaan prinsip tanggung gugat berdasarkan profesi dalam kajian hukum perlindungan konsumen tidak mencerminkan prinsip kesempatan yang setara dan adil dalam teori keadilan. Kata kunci: dokter , kelalaian medik, praduga untuk selalu bertanggung gugat, tanggung gugat, sengketa medik.

Item Type: Article
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Master in Law Sciences Study Program
Depositing User: Ari Purwadi
Date Deposited: 25 Jun 2018 02:44
Last Modified: 25 Jun 2018 02:44
URI: http://erepository.uwks.ac.id/id/eprint/1144

Actions (login required)

View Item View Item